Edukasi Keuangan Digital Menggema di Cianjur: H. Kamrussamad Tegaskan Pentingnya Literasi Finansial untuk Lindungi UMKM dari Kejahatan Siber

Cianjur – Saat ini, era digitalisasi finansial menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat. Oleh karena itu, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha KAHMI (BPD Hipka) Cianjur sukses menggelar acara sosialisasi dan literasi keuangan pada Sabtu (07/11/2026). Kegiatan ini mengangkat tema QRIS, perlindungan konsumen, serta kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah.

Selain itu, acara ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat, pelaku UMKM, dan narasumber kompeten. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai keamanan bertransaksi secara digital.

Arah Strategis dari Legislator Pusat

Pertama-tama, Anggota DPR RI Komisi XI, H. Kamrussamad, Ph.D, membuka kegiatan ini secara resmi. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya literasi keuangan yang mumpuni bagi seluruh lapisan masyarakat. Selanjutnya, kehadiran legislator pusat ini memberikan arah strategis bagi para peserta. Dengan demikian, pelaku usaha daerah mampu memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus membentengi diri dari kejahatan siber.

Pemaparan Teknis QRIS oleh Bank Indonesia

Setelah itu, Andreas Cornelius Purba dari Bank Indonesia Jawa Barat menyampaikan materi teknis mengenai QRIS. Beliau memaparkan evolusi sistem pembayaran modern berkonsep “Satu QR untuk Semua Aplikasi”. Hasilnya, adopsi QRIS mencatat pertumbuhan signifikan hingga menjangkau 70,6 juta pengguna dan 49,4 juta merchant. Bahkan, lonjakan volume transaksi year-on-year (YoY) berhasil mencapai 75,80%.

Kegiatan sosialisasi dan literasi

Edukasi Perlindungan Konsumen dan Kampanye Rupiah

Tidak hanya itu, acara ini juga memperkuat pemahaman masyarakat mengenai hak perlindungan konsumen. Teh Eka menyampaikan materi tersebut melalui prinsip PEKA (Peduli, Kenali, dan Adukan). Melalui pemaparan tersebut, beliau mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap penipuan berkedok transfer maupun investasi palsu. Di samping itu, narasumber membagikan informasi terkait saluran pengaduan resmi untuk membantu konsumen.

Pada saat yang sama, para pembicara turut menyuarakan kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBPR). Gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran nasionalis. Sebab, rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan simbol kedaulatan negara yang wajib dirawat.

Praktik Langsung dan Penutup Acara

Akhirnya, panitia menutup agenda dengan sesi interaktif dan praktik langsung penggunaan QRIS. Pada sesi ini, peserta dan pelaku UMKM mempraktikkan cara pembuatan serta pemanfaatan QRIS untuk efisiensi usaha. Pada akhirnya, melalui kolaborasi ini, BPD Hipka meyakini literasi digital mampu mendongkrak ekonomi daerah demi mewujudkan visi “Ekonomi Kuat, Indonesia Jaya”.

Avatar photo

By Nuril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *