
Nalar Cianjur— Di tengah kepungan asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan, muncul kabar yang memilukan sekaligus mengecamkan: dana siap pakai yang disiapkan untuk penanganan bencana diduga dikorupsi oleh oknum di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dana yang sejatinya dialokasikan untuk meringankan beban korban serta mempercepat proses pemulihan pascabencana, justru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Berbagai laporan media menayangkan lima orang staf terlihat mengenakan rompi tahanan usai operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, pun menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut.
”Sangat menyedihkan. Bangsa kita seolah benar-benar sedang sakit. Bencana terjadi di mana-mana, namun dana yang seharusnya digunakan untuk menanganinya justru dikorupsi di lembaga yang paling bertugas mengurus bencana,” ujarnya dengan nada kecewa.
”Bayangkan, operasi tangkap tangan terkait korupsi terjadi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Sungguh ironis,” pungkasnya.
Saat ini, KPK terus memperdalam penyidikan perkara, termasuk menelusuri aliran dana serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Sementara itu, masyarakat berharap penegakan hukum berjalan tegas dan transparan, agar tidak lagi ada dana bantuan bagi korban bencana yang terbuang sia-sia. BNPB juga diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan keuangannya, guna memulihkan kepercayaan publik yang terkhianati. (MNI)


Komentar